Pawiyatan Pranatacara Basa Jawa di Kalurahan Guwosari Cetak Generasi Muda Pelestari Budaya
Pawiyatan Pranatacara Basa Jawa di Kalurahan Guwosari Cetak Generasi Muda Pelestari Budaya
Guwosari – Pemerintah Kalurahan Guwosari bekerja sama dengan Forum Desa Budaya Guwosari menyelenggarakan Pawiyatan Pranatacara/MC Basa Jawa yang didanai melalui Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Danais DIY). Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 22 Juni hingga Jumat, 26 Juni 2026, sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus melestarikan budaya adiluhung Jawa, khususnya dalam bidang pranatacara atau pembawa acara berbahasa Jawa.
Kegiatan secara resmi dibuka pada Senin, 22 Juni 2026 oleh Kepala Urusan Tatalaksana Kalurahan Guwosari, Bapak Yudi Susanto, S.I.P., selaku pengampu kegiatan. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kalurahan Guwosari dalam menjaga keberlangsungan budaya Jawa melalui penguatan sumber daya manusia yang mampu menjadi pranatacara pada berbagai kegiatan adat, budaya, maupun kemasyarakatan.
Selama lima hari pelaksanaan, para peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar pranatacara, tata bahasa Jawa yang baik dan benar, unggah-ungguh basa, teknik vokal, penyusunan naskah acara, hingga praktik menjadi pranatacara dalam berbagai jenis kegiatan. Pembelajaran dikemas secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan secara langsung.
Narasumber dalam pawiyatan ini adalah Kuswandi Hadi Sukirno beserta rekan-rekan yang tergabung dalam Komunitas Pranatacara Kabupaten Bantul. Dengan pengalaman yang dimiliki para narasumber, suasana pembelajaran berlangsung hidup, komunikatif, dan penuh motivasi sehingga peserta lebih percaya diri dalam mengembangkan kemampuan berbicara menggunakan Bahasa Jawa.
Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama hingga akhir pelatihan. Peserta didominasi oleh kalangan muda-mudi, dengan hampir separuh peserta berasal dari unsur perempuan. Semangat belajar yang tinggi serta keaktifan dalam mengikuti setiap sesi menunjukkan bahwa generasi muda Guwosari memiliki kepedulian besar terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus keinginan untuk mengembangkan keterampilan sebagai pranatacara.
Kegiatan ditutup pada Jumat, 26 Juni 2026 oleh Lurah Guwosari, Bapak Masduki Rahmad, SIP Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, dan panitia atas suksesnya penyelenggaraan pawiyatan. Beliau berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat terus dipraktikkan dalam berbagai kegiatan di padukuhan, kalurahan, maupun acara adat dan budaya di masyarakat.
Melalui Pawiyatan Pranatacara Basa Jawa ini, Pemerintah Kalurahan Guwosari berharap akan lahir generasi pranatacara yang tidak hanya mahir membawakan acara menggunakan Bahasa Jawa, tetapi juga mampu menjadi duta pelestari budaya yang menjaga nilai-nilai unggah-ungguh, tata krama, dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata pemanfaatan Dana Keistimewaan DIY dalam mendukung pelestarian budaya sebagai identitas masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin